Lomba Puisi 2024 Part II
TEKAD Dalam pendar cahaya kuning temaram Diatas kain lusuh nan kusam Ku terpekur, ku tersungkur Terpejam mata, berderai tangis Rasa sesal kian menghipnotis Teringat niat, hampir terkikis habis Wajah terkasih silih berganti Ingatkan diri sebagai pembohong sejati Duhai jiwa, mengapa kau terlena? Kau biarkan kemalangan melambai sapa Marah, kesal, kecewa, seakan tiada guna Tangisku semakin membuncah Sujudku bertambah gelisah Bangkitlah! Tangguhkan niat yang pernah goyah Karena Satu yang kuyakini, Sang mahapasti tak akan pernah ingkar janji. (badal suara) TOMBAK Bahkan memang itulah yang aku butuhkan saat ini Berujung besi berbentuk tajam nan mengkilap Berguna untukku membunuh seluruh rasa cinta Kepadamu, bahkan kepada semua orang. Barang, memang itulah yang juga kujadikan pegangan Tertancapkan pada dasar tanah yang kokoh Kan kujadikan tonggak saat nanti mampu disampingmu Kusandarkan tuk hati yang selalu berharap bagimu Karna harapan pada Rabbku sudah tak telampaui...